Home

Buku Satu

Ekologi ialah ilmu yang mempelajari saling hubungan antara lingkungan dengan faktor- faktornya, saling hubungan antar faktor – faktor lingkungan sendiri dan saling hubungan antar unsur...


Read More...

Wisuda IPDN 2014

Wisuda adalah suatu proses pelantikan kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu universitas. Biasanya prosesi wisuda diawali dengan prosesi masuknya rektor dan para...


Read More...
01

 
 
 
 
 

 

 

(Jatinangor, 22 Desember 2016) Bertempat di lapangan parade, Civitas Akademika IPDN memperingati Hari Ibu ke-88. Pada kesempatan tersebut Pembantu Rektor Bidang Administrasi Dra. Rosje Kalange, M.Si menjadi Pembina Upacara.

Pada sambutannya Purek II menyampaikan, Dalam konteks masa kini Peringatan Hari Ibu bertujuan untuk mengingatkan segenap komponen bangsa, khususnya generasi muda tentang arti dan makna Hari Ibu sebagai bagian sejarah, momentum kebangkitan, penggalangan persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan bangsa Indonesia.

Bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu ke-88 Tahun 2016 yang mengusung tema “Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang dan kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan”. Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia Tahun 2016 dan mewujudkan Nawacita sebagai salah satu agenda nasional. Telah banyak keberhasilan dan kemajuan yang dicapai perempuan Indonesia hingga saat ini, namun tidak dipungkiri bahwa kondisi perempuan dan juga anak sebagai kelompok masyarakat yang rentan dari berbagai kekerasan, eksploitasi dan perlakuan diskriminatif lainnya.

Hakekat dari Peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya, merupakan upaya bangsa Indonesia untuk selalu mengenang, memberikan penghormatan serta penghargaan kepada perjuangan kaum perempuan Indonesia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan.

Sumber: Humas

(Jatinangor, 19 Desember 2016) Pada hari Senin 19 Desember 2016 diselenggarakan Ujian Promosi Doktor Ilmu Pemerintahan Program Pascasarjana IPDN dengan Promovendus NURYANTO dengan judul disertasi “Pengaruh Transformasi Status Desa Menjadi Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Pengembangan Masyarakat di Provinsi Jawa Barat” yang bertempat di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana IPDN.

Hadir sebagai Dosen Penilai/Penguji diantaranya : Ketua Sidang, Prof. Dr. H. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS yang juga Rektor IPDN, Prof. DR. H M Aries Djaneuri, MA (Oponen Ahli), Prof. Dr. Khassan Effendi (Oponen Ahli), Prof. Dr. Juntika, M.Pd (Oponen Ahli), Prof. Dr. J Basuki, M.Psi. (Oponen Ahli), Dr. Sampara Lukman. MA (Oponen Ahli).

Dengan tenang promovendus Nuryanto membeberkan buah pikir dan idealismenya yang terkristalisasi dalam Disertasi tersebut.

Dalam acara tersebut hadir pejabat struktural dan fungsional IPDN, civitas akademika IPDN dan tamu undangan lainnya, menyaksikan bagaimana Promovendus Nuryanto mempresentasikan dan mempertahankan Disertasi hasil penelitian.
Penyerahan surat keputusan kelulusan diserahkan oleh Rektor IPDN, Prof. Dr. H. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS kepada Nuryanto yang baru mendapat gelar Doktor dan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas gelar yang diraihnya.

Sumber: Humas

(Jatinangor, 13 Desember 2016) Bertempat di ruang VIP kampus IPDN Jatinangor dilaksanakan penerimaan Kunjungan Kerja Bupati Seram Bagian Timur Bapak Abdul Mukti Keliobas yang diterima langsung oleh Rektor IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS beserta jajaran.

Rektor IPDN mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur atas kepercayaan yang diberikan kepada IPDN sebagai tempat kunjungan kerja.

Sementara Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur, menyampaikan tujuan kunjungan kerja ini adalah menjadi penerima Anugerah Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan.

Acara dilaksanakan di lapangan parade  IPDN ditandai dengan penyematan pin kehormatan dan penyerahan sertifikat yang ditanda tangani oleh Rektor IPDN.

Sumber: Humas

(Jakarta, 3 November 2016)  Sebanyak 158 aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)  dilantik sebagai pejabat pengawas atau setingkat eselon IV. Mereka diminta untuk menjaga integritas dan mengoptimalisasikan teknologi dalam menunjang pekerjaan mereka.

Sekretaris Jendral (Sekjen) Kemendagri, Yuswandi A Temenggung meminta agar para pejabat pengawas ini mampu bekerja optimal dengan memanfaatkan teknologi. Era digitalisasi ini harus dijemput, bukannya dihindari sehingga dapat menunjang kinerja aparatur pemerintah.

“Tidak boleh gaptek (gagap teknologi). Tidak ada istilah sudah tua sehingga tak mampu lagi menggunakan teknologi. Saya saja mau masuk usia 60 tahun masih terus belajar,” kata dia.

Yuswandi mencontohkan, kalau di jaman dulu itu pekerjaan dibantu dengan mesin tik. Namun kalau alat tersebut masih digunakan saat ini, maka tentu akan kesulitan. Berbeda kalau sejak dulu sudah memakai komputer, maka Indonesia tentu sudah menjadi sangat luar biasa sekarang ini.

Selain menjadikan teknologi sebagai teman, Sekjen juga meminta agar para pejabat tingkat eselon IV ini juga menjaga integritas. Akuntabilitas dibarengi dengan integritas tentu akan sangat bermanfaat, bukan hanya untuk lembaga namun untuk mereka pribadi ke depannya.

“Jaman sudah berbeda. Jangan lagi bernostalgia dengan cara kerja senior-senior kita dahulu. Ambil saja ilmu dari mereka, namun berbeda cara bila harus menjalankan pekerjaannya,” ujar dia.

Menurut dia, di balik pelantikan terdapat satu tanggungjawab baru para pejabat ini terhadap pekerjaannya yang mana semakin kompleks. Mereka harus lebih sensitif atas setiap kegiatan kementerian dan lembaga secara periodik mulai dari hitungan hari, minggu, bulanan dan tahunan.

“Saya menuntut kemajuan kementerian ini. Lebih maju di bandingkan kementerian dan lembaga lainnya. Citra kita sebagai penyelenggara pemda harus lebih baik nantinya,” tambah dia.

Dalam pelantikan tersebut, ada sebanyak 29 pejabat eselon IV di lingkungan Sekretariat Jendral (Setjen), 9 pejabat  Inspektorat Jendral (Itjen), 18 pejabat Ditjen Bina Administrasi Wilayah (Adwil), 25 pejabat di Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) dan 51 pejabat di IPDN.

 

(Jatinangor, 25 Juli 2016) Proses rekrutmen Calon Praja IPDN tahun 2016 memasuki tahap akhir. Tanggal 25 s/d 28 dijadwalkan proses Pantukhir, dari 953 peserta Pantukhir hanya ada 900 calon praja yang diterima.

Pantukhir merupakan tahap akhir seleksi calon praja, peserta yang berhasil lolos dalam proses ini, selanjutnya akan mengikuti Pendidikan Latihan Dasar Mental dan Disiplin Praja (Latsarmendispra) di Lemdikpol Semarang.

Rektor IPDN pada sambutan pembukaan tes wawancara pantukhir mengimbau kepada para calon praja dan keluarganya untuk tidak percaya dengan rayuan para oknum yang bisa meluluskan sebagai praja. Ditegaskan berulang kali, proses rekrutmen IPDN dilakukan secara transparan. “Jangan percaya dengan tawaran atau iming-iming dari oknum. Rekrutmen dilaksanakan secara tranparan dan akuntabel. Tidak ada faktor uang atau sebagainya,” tandasnya.

Sumber: Humas

 

(Jatinangor, 20 April 2016) Universitas Groningen dari Belanda menjalin kerjasama penelitian dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Universitas Groningen yang memiliki reputasi cukup baik sebagai salah satu universitas riset terkemuka di Eropa itu menjalin kerjasama dalam bentuk Studium General.

Implementasi kerjasama dipaparkan dalam Stadium General bertema "Decentralization And Governance In Indonesia And Nederland Perspective” di gedung Grha Wyata Praja, Rabu 20 April 2016, yang dihadiri Rektor IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinta, SH, MH, MS, Wakil Rektor Prof. Dr. Erliana, M.Si, Kepala Biro Akademik, Perencanaan dan Kerjasama, beberapa dosen dari Univ Groningen Belanda dan dosen dari IPDN.

Rektor menjelaskan, Universitas Groningen telah menjalin kerjasama penelitian dengan berbagai universitas terkemuka dari sejumlah negara dan telah menghasilkan beberapa lulusan Doktor.

Sumber: Humas