Profil IPDN

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) IPDN yakni Hj. Nuraini Suradinata, Senin 19 Juni 2017 secara simbolis memberikan bingkisan dalam rangka menyambut Hari Idul Fitri 1438 H. Pemberian bingkisan ini dilakukan di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor. Turut menyaksikan langsung, Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.Si, Kabag Humas dan Protokol, jajaran pengurus DWP serta jajaran staf IPDN lainnya. Ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan DWP IPDN menjelang Hari Raya Idul Fitri. “ Lebaran itu merupakan hari yang sangat dinanti bagi semua umat muslim. Ini hari yang bahagia, karena itu kami juga ingin membagi kebahagiaan kami dengan seluruh staf di lingkungan kampus IPDN “, tutur Ibu Nuraini Suradinata.

Bingkisan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan staf yang hadir pada apel pagi. Selanjutnya, seluruh bingkisan kemudian diberikan kepada perwakilan di setiap bagian yang ada di IPDN yang nantinya akan didistribusikan kepada seluruh staf IPDN. “ Semoga apa yang kami berikan dapat menambah kebahagiaan di Hari Lebaran nanti”, tutur Ibu Nuraini Suradinata. Tak lupa dalam kesempatan ini pun, Beliau mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri kepada seluruh civitas IPDN. (Sumber : Humas IPDN)

(Jatinangor, 8 Juni 2017) Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.Si secara resmi membuka Acara Seminar Badan Narkotika Nasional, Kamis 8 Juni 2017, pukul 08.30 WIB  di Grha Wyata Praja Kampus IPDN Jatinangor. Acara seminar ini berlangsung pada tanggal 8-9 Juni 2017, dengan tema “Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba Pada Lembaga Pendidikan di IPDN”. Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari BNN yakni Deputi Bidang Pencegahan, Drs. Ali Djohardi W., S.H dan Dir. Bidang Pencegahan Dra. Yunis Farida O. M.Si serta staf BNN. Pejabat IPDN sendiri yang turut hadir yakni  Kasat Manggala, Kasat Bina Latihan,  Kepala Biro II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Kepala Biro III Bidang Administrasi Keprajaan dan Alumni, Kabag Humas dan Protokol, Kabag Keuangan, Kabag Ekskul, Kabag Akademik, Kabag Kepegawaian, Kepala Unit Poliklinik IPDN serta jajaran staf.

Peserta seminar sendiri yakni terdiri atas 45 orang pengasuh dan 10 orang Praja. Seminar ini berisikan pemaparan materi tentang hal-hal yang berkaitan dengan narkoba. Narasumber yang memberikan materi dari pihak IPDN diwakili oleh Gubernur IPDN sedangkan dari pihak BNN yakni Deputi Pencegahan, Direktor Advokasi, Kasubdit Masyarakat dan Pendidikan, Kasi Pendidikan, Kasi Pelayanan Rehabilitasi Medis Balai Besar Rehabilitasi BNN. Adapun materi yang disampaikan yakni mengenai Kebijakan dan Strategi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan IPDN, Peran IPDN dalam Mengatasi Penyalahgunaan Narkoba, Paraktek Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba serta Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Pendidikan.

            Pada kesempatan kali ini, BNN pun tak lupa menyematkan pin relawan anti narkoba kepada dua perwakilan peserta (dari pengasuhan IPDN). Pada sambutannya Gubernur IPDN menyatakan, “Indonesia nyaris krisis jati diri, kita kini sedang perang melawan narkoba. Saya sangat senang dapat ikut membantu memajukan negara ini dengan turut serta memerangi narkoba. Di lingkungan IPDN sendiri, kita mulai menerapkan ilmu dalam seminar ini kepada para pengasuh”. (Sumber : Humas IPDN)

 

 

Dr. Drs. Ismail Nurdin, M.Si selaku Dekan Fakultas Politik Pemerintahan IPDN Jatinangor memberikan laporan pelaksanaan pembukaan ujian lisan komprehensif dan laporan akhir bagi praja IPDN Jatinangor. Pada tanggal 5 Juni 2017 bertempat di Gedung Balairung Rudini. Dihadapan Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.Si, Wakil Rektor Dr. Drs. Reydonizar Moenek, M. Deut M, Purek I Bidang Akademik, Direktur Pasca IPDN, Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan serta jajaran dosen penguji. Bapak Ismail Nurdin memberikan laporannya mengenai rangkaian ujian lisan komprehensif dan laporan akhir bagi praja IPDN.

            Praja IPDN Jatinangor yang mengikuti ujian komprehensif ini total berjumlah 1.799 orang praja Program Diploma IV. Terdiri atas 1.039 praja yang berasal dari Fakultas Politik Pemerintahan ( Prodi Politik Pemerintahan sebanyak 531 orang dan Prodi Pembangunan dan Pemberdayaan 508 orang ). Fakultas Manajemen Pemerintahan berjumlah 760 orang yang terdiri atas 249 orang dari Prodi Keuangan Daerah, 314 orang Prodi Administrasi Kependudukan dan Capil serta 197 orang dari Prodi Manajemen Sumber Daya Aparatur. Sedangkan di Kampus IPDN Cilandak, Praja Program S1 yang mengikuti Ujian Komprehensif sebanyak 217 orang.

            “ Ujian komprehensif adalah kegiatan ujian bagi praja yang dilaksanakan pada tingkat akhir setelah berakhirnya seluruh perkuliahan. Cara pengujian terhadap hasil belajar dan karya tulis laporan akhir. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat penguasaan praja utama dalam Bidang Pemerintahan dan Spesialisasi Keilmuan Fakultas / Program Studi”, berikut yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Politik Pemerintahan IPDN Jatinangor. Pada ujian ini praja diharuskan membuat laporan akhir. Hal ini dimaksudkan sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikan dalam memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan Pemerintahan bagi lulusan Program Diploma IV. Seperti yang diketahui bersama bahwa IPDN Kampus Jatinangor merupakan Kampus IPDN bagi Praja yang mengenyam pendidikan Program Diploma IV. Sedangkan IPDN Kampus Cilandak, dikhususkan bagi Praja yang menempuh pendidikan Program Strata 1 (S1). ( Sumber : Humas IPDN )

 

###

Gerakan revolusi mental sedang bergaung sangatlah besar di Indonesia. IPDN merupakan institusi yang sangat mendukung penerapan nilai-nilai revolusi mental. Hal tersebut menggerakan IPDN untuk mengadakan Kegiatan Penanaman Nilai-Nilai Revolusi Mental (Diklat PPRM) bagi Nindya Praja Angkatan XXV Tahun 2017. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 – 7 Juni 2017 mulai pukul 07.45 WIB – selesai. Bertempat di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor. Acara pembukaan Diklat PPRM (Pelopor Penggerak Revolusi Mental) ini dilakukan pada hari Selasa, 6 Juni 2017 dan dibuka langsung oleh Dr. Arief M. Edie, M.Si selaku Kepala Biro Adm. Keprajaan & Kemahasiswaan.  Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Bagian Pengasuhan, Syamsu Khoirudin, S.STP., M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh 606 orang Nindya Praja.

Kegiatan Diklat ini berisikan pemaparan materi oleh narasumber, yang pertama hadir ialah Dr. Drs Reydonizar Moenek, M. Deut M. Selaku Wakil Gubernur IPDN. Beliau memaparkan materi mengenai “Tantangan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 di Era Globalisasi”, sebagai moderator yang bertindak ialah Drs. Baharuddin Pabba, M.Si. Pemateri kedua yakni Dr. Hyronimus Rowa, M.Si selaku Deputi III Bidang Adm. Keprajaan & Kemahasiswaan. Beliau menyampaikan materi mengenai “PPRM Berbasis Nilai Kepamongan Untuk Pengutan NKRI”, sebagai moderator yakni Juju Juanta, S.Sos, M.Si.

Pada hari kedua yakni tanggal 7 Juni 2017, kegiatan dimulai pada jam 08.00 WIB – selesai. Pemateri yang hadir yakni Brigjen. Drs. Muhammad Zakhlin Letter, S.H, beliau menyampaikan materi mengenai “Komitmen Kebangsaan dan Revolusi Mental”. Sebagai moderator yakni Juju Juanta, S.Sos, M.Si. Pada sesi selanjutnya, Dr. Ismail Nurdin, M.Si menyampaikan materi “Pembentukan Praja IPDN sebagai PPRM dalam Sistem Jarlatsuh”.  Mereka terlihat tertib dan fokus menyimak pemaparan demi pemaparan materi yang disampaikan. “ Revolusi mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala, ini menurut Bung Karno. Hal ini lah yang harus kita implementasikan”, tutur Kabag Humas dan Protokol IPDN Jatinangor. (Sumber: Humas IPDN)

Dr. H. Asman Abnur, S.E., M.Si selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPANRB) secara khusus memberikan studium general bagi Praja IPDN di Aula Zamhir Islami IPDN Kampus Cilandak. Studium general ini dilaksanakan pada hari Rabu 31 Mei 2017, mulai pukul 11.00 WIB sampai dengan selesai. Bertemakan “Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintahan di Bidang Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi di Republik Indonesia”. Menpan memberikan kuliah umumnya ini didepan 217 orang Wasana Praja/Praja Utama Kampus IPDN Jakarta dan 134 orang Wasana Praja/Praja Utama Kampus IPDN Jatinangor. Mahasiswa program profesi Kepamongprajaan serta civitas akademika IPDN.

Kegiatan ini pun dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pemerintah dan Otonomi Daerah Ir. M. Shadiq Pasadigoe, S.H., M.M serta Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik, Drs. Herman Suryatman, M.Si. Sedangkan dari pihak IPDN, dihadiri langsung oleh Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.Si, Prof.Dr.H.Khasan Effendi, M.Pd selaku Deputi I Bidang Akademik, Dety M. SH, CN, M.Hum selaku Deputi II Bidang Administrasi Umum dan Dr. Hyronimus Rowa, M.Si selaku Deputi III Bidang Administrasi Keprajaan dan Kemahasiswaan. Selain itu dihadiri pula oleh jajaran Kepala Biro I (Administrasi Akademik, Perencanaan dan Kerjasama) yakni Dr. Yusharto H. M.Pd dan Kepala Biro II (Administrasi Umum dan Keuangan) yakni Dr. Benhard E. Rondonuwu, S.Sos., M.Si. Turut hadir pula dalam kegiatan ini Direktur Pascasarjana, para Kaprodi, Kabag Akademik, Kabag Humas Protokol dan Kasubag Protokol IPDN.

Menurut Kabag Humas dan Protokol IPDN, Dra. Nunung Royani, MM “Wasana Praja perlu pembengkalan secara materi, diluar dari apa yang mereka dapatkan di bangku perkuliahan. Adanya studium general ini akan memberikan pengetahuan tambahan bagi mereka khususnya tentang kebijakan-kebijakan pemerintahan secara prakteknya karena langsung diberikan oleh Menpan sendiri”. Tema studium general dirasa sangat tepat sasaran bagi para Praja IPDN yang nantinya akan bergelut di ranah kebijakan-kebijakan dan birokrasi pemerintahan. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme para Praja dalam sesi tanya jawab atau diskusi dengan Bapak Menteri. Raut bahagia pun terpancar dari senyum sumringah Bapak Menteri dalam menerima beberapa pertanyaan dari para Praja.

“Semoga dengan adanya studium general ini para praja menjadi lebih paham mengenai kebijakan-kebijakan penyelenggaraan pemerintahan khususnya di bidang pendayagunaan aparatur sipil negara dan reformasi birokrasi” tutur Kabag Humas dan Protokol IPDN. Pesan-pesan pun disampaikan oleh Bapak Menteri sesaat sebelum acara studium general berakhir yakni “Apabila anak-anak ku menjadi ASN atau PNS, janganlah jadi penguasa. Tapi harus menjadi pelayan dan pengayom masyarakat dan juga menjadi motor perubahan bagi pemerintah di masa yang akan datang”. (Sumber : Humas IPDN)

 

###

Main Menu