Profil IPDN

Jumat, 4 Agustus 2017 Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor kembali meriah dengan kehadiran rekan-rekan dari Komnas Perempuan. Hadir tepat pada pukul 09.30, Ibu Azriana selaku Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Beliau hadir didampingi 5 orang stafnya untuk melakukan ceramah umum dengan tema “Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintah Bidang Perlindungan Perempuan di Republik Indonesia”. Pada hari ini mewakili Gubernur IPDN, Dr. Yusharto H. M. Pd selaku Kepala Biro Administrasi Akademik, Perencanaan & Kerjasama menyambut kehadiran tim Komnas Perempuan. “Kami dari IPDN menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Komnas Perempuan yang telah hadir di kampus pelopor penggerak revolusi mental ini. Semoga pembekalan ini dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi calon-calon pns didepan Ibu” tutur Beliau.

Mengawali ceramah umum kali ini, Ibu Azriana menyampaikan penghargaan yang sangat besar kepada IPDN atas kesempatannya untuk melakukan diskusi didepan para praja. “Ini kali pertama saya dan tim Komnas Perempuan berbicara di depan praja IPDN” sahut Ibu Azriana. Didepan 2014 orang praja utama, Ibu Azriana memaparkan terlebih dahulu mengenai sejarah terbentuknya Komnas Perempuan.  Komnas perempuan ini menurutnya terbentuk atas keinginan masyarakat akan suatu wadah yang menangani bidang perlindungan perempuan. Beliau pun sedikit menyinggung mengenai tragedi pemerkosaan perempuan etnis tionghoa yang terjadi pada sekitaran tahun 1998 yang sedikit banyak menjadi landasan awal terbentuknya Komisi ini. Tak lupa beliau pun memaparkan materi mengenai diskriminatif, kesetaraan gender, hak-hak perempuan dan lain sebagainya.

Sebelumnya praja IPDN khususnya praja wanita belum pernah ada yang terlibat langsung dalam diskusi mengenai gender dan perlindungan terhadap perempuan. Hal ini terlihat dari tidak adanya praja wanita yang mengangkat tangan ketika ditanyakan keikutsertaan mereka dalam diskusi mengenai gender dan perlindungan terhadap perempuan. Demi meyakinkan aundiens tentang beberapa kebijakan penyelenggaraan pemerintah khususnya dalam bidang perlindungan perempuan, maka Ibu Azriana memperlihatkan beberapa laporan pemantauan Komnas Perempuan terutama mengenai diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. “Semoga apa yang kami sampaikan dapat menjadi ilmu dan pembelajaran bagi rekan-rekan semua, agar mengetahui atau aware terhadap kekerasan terhadap perempuan. Dan siapa tahu ada dari rekan-rekan yang nantinya akan membantu kami dalam permasalahan ini” tutur Ibu Azriana diakhir ceramah umumnya. (Sumber : Humas IPDN)

 

###

Main Menu