Profil IPDN

(Sumedang, 23 Mei 2017) Bupati Sumedang Ir. H. Eka Setiawan, MM beserta jajaran menghadiri upacara penutupan Bakti Karya Praja (BKP) bagi Wasana Praja IPDN, yang di laksanakan di lapangan upacara kantor Bupati Sumedang, Selasa 23 Mei 2017. Pada apel penutupan tersebut, turut hadir Deputi Bidang Administrasi Dr. Detty Mulyati, SH, M.Hum.

 Pada kesempatan tersebut Bupati Sumedang atas nama Pemda Sumedang menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya, khususnya kepada Wasana Praja IPDN beserta para pembimbing teknis atas karya dan baktinya yang telah membantu penyempurnaan penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan, pengabdian kepada masyarakat dan program bedah rumah. Kegiatan yang telah dilaksanakan akan membawa manfaat khususnya bagi pemerintah desa dan masyarakat serta secara umum bagi pemerintah Kabupaten Sumedang. Beliau berharap di akhir kegiatan ini akan menjadi awal dari wujud kerja sama dan silaturahmi yang baik bagi semua pihak.

sementara itu Deputi Bidang Administrasi menyampaikan bahwa kader-kader pamong yang telah ditempa selama kurang lebih 4 (empat) tahun di IPDN, diharapkan menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, berkarakter, loyal dan disiplin. Sehingga pada saatnya mampu menjadi agen perubahan menuju tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan mampu mengawal pelaksanaan reformasi birokrasi yang saat ini menjadi tuntutan masyarakat. (Sumber : Humas IPDN)

 

(Jatinangor, 23 Mei 2017) Dalam rangka meningkatkan kemampuan Dosen dan peneliti, IPDN mengadakan Workshop Penyusunan Literatur bagi Dosen di lingkungan IPDN pada tanggal 23 Mei 2017. Acara ini menghadirkan narasumber dari UPI yaitu Prof. Dr. Lili dan Prof. Dr. Aan Komariah. Wakil Gubernur IPDN Dr. Reydonizar Monek, M.Dev pada pembukaan workshop yang diikuti para dosen di lingkungan IPDN menyampaikan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kinerja dan keprofesionalan para dosen dan menghimbau peserta workshop untuk mengikuti kegiatan dengan maksimal dan sampai selesai. (Sumber : Humas IPDN)

(Jatinangor, 23 Mei 2017) Lembaga Pengembangan SDM Praja dan Pegawai menyelenggarakan Sosialisasi Psikologis bagi Pegawai IPDN dengan tema “Manajemen Stress Dan Penanganannya” bertempat di gedung Balairung Rudini Selasa 23 Mei 2017. Acara dibuka oleh Kepala Lembaga Pengembangan SDM Praja dan Pegawai Dr. Etin Indrayani, MT dan menghadirkan nara sumber Psikolog Dra. Dewi Komalasari, M.Psi.  

Pada materinya Nara sumber membeberkan, Stres adalah reaksi psikologis dan fisik yang normal terhadap tuntutan kehidupan yang semakin meningkat. Proses stres terjadi ketika otak yang terprogram dengan sistem alarm pelindung tubuh mulai merasakan ancaman. Saat itulah sinyal tubuh melepaskan ledakan hormon sebagai tanggapan atas tekanan yang dihadapi.

Tidak ada yang salah dengan stres. Ia dibutuhkan agar kita tetap termotivasi dan antusias menjalani hidup. Namun tentu dalam kadar yang wajar. Stres yang terus menerus menyerang tentu akan merusak kesehatan. Ada banyak jalan yang dilakukan masing-masing individu ketika menghadapi stres. Beberapa diantaranya menggunakan rokok juga alkohol sebagai pelampiasan. Ini tentu bukan cara yang benar karena justru mendatangkan permasalahan lain, yaitu meningkatkan risiko penyakit jantung.

 

Cara terbaik menghadapi dan mengurangi stres adalah melakukan manajemen stres. Manajemen stres berfungsi sebagai alat untuk ‘memasang kembali’ sistem alarm Anda. Dimulai dari langkah belajar untuk mengindentifikasi masalah sekaligus menerapkan solusinya.Cari tahu apa penyebab Anda merasa stres –biasanya masalah disini berputar pada hal tekanan pekerjaan, keluarga atau keuangan. Setelah mengetahui apa yang menjadi pokok permasalahan, mulailah melakukan strategi untuk menghadapinya dan selesaikan. Memang, solusi sebuah tekanan tak semudah membalikkan telapak tangan, namun Anda bisa mencari dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga dan sahabat . Jangan lupa, lakukan meditasi, yoga atau tai chi sebagai langkah relaksasi. Praktekkan selalu sikap positif dan jangan ragu melakukan self-talk. Ini akan mengingatkan Anda kalau Anda punya kemampuan menangani kesulitan sedang dihadapi. Ya, Anda punya kekuatan besar dan dapat mengontrol bagaimana menghadapi situasi tertekan. Katakan pada diri sendiri: “Saya kuat dan bisa menangani permasalahan ini.”. (Sumber : Humas IPDN)

(Jatinangor, 23 Mei 2017) Lembaga Pengembangan SDM Praja dan Pegawai menyelenggarakan Sosialisasi Psikologis bagi Pegawai IPDN dengan tema “Manajemen Stress Dan Penanganannya” bertempat di gedung Balairung Rudini Selasa 23 Mei 2017. Acara dibuka oleh Kepala Lembaga Pengembangan SDM Praja dan Pegawai Dr. Etin Indrayani, MT dan menghadirkan nara sumber Psikolog Dra. Dewi Komalasari, M.Psi.  

Pada materinya Nara sumber membeberkan, Stres adalah reaksi psikologis dan fisik yang normal terhadap tuntutan kehidupan yang semakin meningkat. Proses stres terjadi ketika otak yang terprogram dengan sistem alarm pelindung tubuh mulai merasakan ancaman. Saat itulah sinyal tubuh melepaskan ledakan hormon sebagai tanggapan atas tekanan yang dihadapi.

Tidak ada yang salah dengan stres. Ia dibutuhkan agar kita tetap termotivasi dan antusias menjalani hidup. Namun tentu dalam kadar yang wajar. Stres yang terus menerus menyerang tentu akan merusak kesehatan. Ada banyak jalan yang dilakukan masing-masing individu ketika menghadapi stres. Beberapa diantaranya menggunakan rokok juga alkohol sebagai pelampiasan. Ini tentu bukan cara yang benar karena justru mendatangkan permasalahan lain, yaitu meningkatkan risiko penyakit jantung.

 

Cara terbaik menghadapi dan mengurangi stres adalah melakukan manajemen stres. Manajemen stres berfungsi sebagai alat untuk ‘memasang kembali’ sistem alarm Anda. Dimulai dari langkah belajar untuk mengindentifikasi masalah sekaligus menerapkan solusinya.Cari tahu apa penyebab Anda merasa stres –biasanya masalah disini berputar pada hal tekanan pekerjaan, keluarga atau keuangan. Setelah mengetahui apa yang menjadi pokok permasalahan, mulailah melakukan strategi untuk menghadapinya dan selesaikan. Memang, solusi sebuah tekanan tak semudah membalikkan telapak tangan, namun Anda bisa mencari dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga dan sahabat . Jangan lupa, lakukan meditasi, yoga atau tai chi sebagai langkah relaksasi. Praktekkan selalu sikap positif dan jangan ragu melakukan self-talk. Ini akan mengingatkan Anda kalau Anda punya kemampuan menangani kesulitan sedang dihadapi. Ya, Anda punya kekuatan besar dan dapat mengontrol bagaimana menghadapi situasi tertekan. Katakan pada diri sendiri: “Saya kuat dan bisa menangani permasalahan ini.”. (Sumber : Humas IPDN)

(Jatinangor, 20 Mei 2017) Sebelum menjadi PNS, kita dituntut untuk mengucapkan sumpah pegawai atau janji Pegawai Negeri Sipil. Hal ini sesuai dengan bunyi pasal 66 ayat (1), Undang -Undang No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yang berbunyi “Setiap calon PNS pada saat  diangkat menjadi PNS wajib mengucapkan sumpah/janji.”.

Bertempat di loby Rektorat, Senin 20 Mei 2017 IPDN menyelenggarakan Sumpah Janji Pegawai Negeri Sipil bagi Purna Praja angkatan XXII dan Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS menjadi Pejabat yang mengambil Sumpah. Pengambilan sumpah/ janji PNS memiliki tujuan tertentu, yakni sebagai bagian dari upaya pembinaan PNS sebagai Aparatur Negara dan Abdi Masyarakat, dengan tujuan agar para PNS ini mempunyai kesetiaan dan ketaatan terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara dan pemerintah serta memiliki mental yang baik, jujur, bersih, berdaya guna dan penuh tanggung jawab terhadap tugasnya, dan di dalam mendukung usaha pemerintah mendorong terciptanya good governance. (Sumber : Humas IPDN)

Main Menu