Profil IPDN

(Jatinangor, 23 Mei 2017) Lembaga Pengembangan SDM Praja dan Pegawai menyelenggarakan Sosialisasi Psikologis bagi Pegawai IPDN dengan tema “Manajemen Stress Dan Penanganannya” bertempat di gedung Balairung Rudini Selasa 23 Mei 2017. Acara dibuka oleh Kepala Lembaga Pengembangan SDM Praja dan Pegawai Dr. Etin Indrayani, MT dan menghadirkan nara sumber Psikolog Dra. Dewi Komalasari, M.Psi.  

Pada materinya Nara sumber membeberkan, Stres adalah reaksi psikologis dan fisik yang normal terhadap tuntutan kehidupan yang semakin meningkat. Proses stres terjadi ketika otak yang terprogram dengan sistem alarm pelindung tubuh mulai merasakan ancaman. Saat itulah sinyal tubuh melepaskan ledakan hormon sebagai tanggapan atas tekanan yang dihadapi.

Tidak ada yang salah dengan stres. Ia dibutuhkan agar kita tetap termotivasi dan antusias menjalani hidup. Namun tentu dalam kadar yang wajar. Stres yang terus menerus menyerang tentu akan merusak kesehatan. Ada banyak jalan yang dilakukan masing-masing individu ketika menghadapi stres. Beberapa diantaranya menggunakan rokok juga alkohol sebagai pelampiasan. Ini tentu bukan cara yang benar karena justru mendatangkan permasalahan lain, yaitu meningkatkan risiko penyakit jantung.

 

Cara terbaik menghadapi dan mengurangi stres adalah melakukan manajemen stres. Manajemen stres berfungsi sebagai alat untuk ‘memasang kembali’ sistem alarm Anda. Dimulai dari langkah belajar untuk mengindentifikasi masalah sekaligus menerapkan solusinya.Cari tahu apa penyebab Anda merasa stres –biasanya masalah disini berputar pada hal tekanan pekerjaan, keluarga atau keuangan. Setelah mengetahui apa yang menjadi pokok permasalahan, mulailah melakukan strategi untuk menghadapinya dan selesaikan. Memang, solusi sebuah tekanan tak semudah membalikkan telapak tangan, namun Anda bisa mencari dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga dan sahabat . Jangan lupa, lakukan meditasi, yoga atau tai chi sebagai langkah relaksasi. Praktekkan selalu sikap positif dan jangan ragu melakukan self-talk. Ini akan mengingatkan Anda kalau Anda punya kemampuan menangani kesulitan sedang dihadapi. Ya, Anda punya kekuatan besar dan dapat mengontrol bagaimana menghadapi situasi tertekan. Katakan pada diri sendiri: “Saya kuat dan bisa menangani permasalahan ini.”. (Sumber : Humas IPDN)

(Jatinangor, 23 Mei 2017) Lembaga Pengembangan SDM Praja dan Pegawai menyelenggarakan Sosialisasi Psikologis bagi Pegawai IPDN dengan tema “Manajemen Stress Dan Penanganannya” bertempat di gedung Balairung Rudini Selasa 23 Mei 2017. Acara dibuka oleh Kepala Lembaga Pengembangan SDM Praja dan Pegawai Dr. Etin Indrayani, MT dan menghadirkan nara sumber Psikolog Dra. Dewi Komalasari, M.Psi.  

Pada materinya Nara sumber membeberkan, Stres adalah reaksi psikologis dan fisik yang normal terhadap tuntutan kehidupan yang semakin meningkat. Proses stres terjadi ketika otak yang terprogram dengan sistem alarm pelindung tubuh mulai merasakan ancaman. Saat itulah sinyal tubuh melepaskan ledakan hormon sebagai tanggapan atas tekanan yang dihadapi.

Tidak ada yang salah dengan stres. Ia dibutuhkan agar kita tetap termotivasi dan antusias menjalani hidup. Namun tentu dalam kadar yang wajar. Stres yang terus menerus menyerang tentu akan merusak kesehatan. Ada banyak jalan yang dilakukan masing-masing individu ketika menghadapi stres. Beberapa diantaranya menggunakan rokok juga alkohol sebagai pelampiasan. Ini tentu bukan cara yang benar karena justru mendatangkan permasalahan lain, yaitu meningkatkan risiko penyakit jantung.

 

Cara terbaik menghadapi dan mengurangi stres adalah melakukan manajemen stres. Manajemen stres berfungsi sebagai alat untuk ‘memasang kembali’ sistem alarm Anda. Dimulai dari langkah belajar untuk mengindentifikasi masalah sekaligus menerapkan solusinya.Cari tahu apa penyebab Anda merasa stres –biasanya masalah disini berputar pada hal tekanan pekerjaan, keluarga atau keuangan. Setelah mengetahui apa yang menjadi pokok permasalahan, mulailah melakukan strategi untuk menghadapinya dan selesaikan. Memang, solusi sebuah tekanan tak semudah membalikkan telapak tangan, namun Anda bisa mencari dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga dan sahabat . Jangan lupa, lakukan meditasi, yoga atau tai chi sebagai langkah relaksasi. Praktekkan selalu sikap positif dan jangan ragu melakukan self-talk. Ini akan mengingatkan Anda kalau Anda punya kemampuan menangani kesulitan sedang dihadapi. Ya, Anda punya kekuatan besar dan dapat mengontrol bagaimana menghadapi situasi tertekan. Katakan pada diri sendiri: “Saya kuat dan bisa menangani permasalahan ini.”. (Sumber : Humas IPDN)

(Jatinangor, 20 Mei 2017) Civitas Akademika IPDN melaksanakan upacara hari Kebangkitan Nasional ke 109 di lapangan parade kampus Jatinangor, bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS.

Gubernur IPDN pada sambutannya membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan diantaranya “NKRI adalah negara demokrasi berlandaskan ideologi Pancasila, yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan adat istiadat yang hidup di tengah masyarakat. wilayah NKRI terbentang luas dari Sabang hingga Merauke, terdiri dari 17.508 pulau, dihuni oleh penduduk sebesar 254,9 juta jiwa dengan 1.331 suku bangsa, 746 bahasa daerah, dengan garis pantai sepanjang 99.093 km persegi. Menjadi kewajiban seluruh komponen bangsa Indonesia secara konsisten untuk menjaga, melindungi dan memelihara tegaknya NKRI dari gangguan apapun, baik dari dalam maupun dari luar dengan cara menerapkan prinsip dan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.

 Oleh sebab itu saya memandang penting tema "Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata, Mandiri dan Berkarakter" yang diangkat untuk peringatan hari Kebangkitan Nasional tahun 2017 ini. Dengan tema ini kita ingin menunjukkan bahwa tantangan apapun yang kita hadapi saat ini harus kita jawab dengan memfokuskan diri pada kerja nyata secara mandiri dan berkarakter. Saya berpendapat bahwa ada penekanan pada dimensi internasional dalam tema tersebut. Kerja nyata kita, kemandirian kita, dan karakter kita semua terpusat pada pemahaman bahwa saat ini kita dihadapkan dalam kompetisi global. Persaingan bukan lagi muncul dari tetangga-tetangga di sekitar lingkungan kita saja, sebaliknya justru inilah saat paling tepat bagi kita untuk bahu-membahu bersama sesama anak bangsa untuk memenangkan persaingan-persaingan pada arah global, karena lawan tanding kita semakin hari semakin muncul dari seantero penjuru dunia. Sebagai satu kesatuan, mau tak mau harus bangkit untuk menjadi bangsa yang kompetitif dalam persaingan pada tingkat global tersebut. 

 Kini bukan saatnya lagi mengedepankan hal-hal sekadar pengembangan wacana yang sifatnya seremonial dan tidak produktif. Kini saatnya bekerja nyata dan mandiri degan cara-cara baru penuh inisiatif, bukan hanya mempertahankan dan membenarkan cara-cara lama sebagaimana yang telah dipraktikkan selama ini. Hanya karena telah menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan berarti sesuatu telah benar dan bermanfaat. Kita harus membiasakan yang benar dan bukan sekedar membenarkan yang biasa. Untuk saudara-saudaraku yang diberi amanat Allah untuk mengemudikan jalannya bahtera pemerintahan, saya mengajak untuk menyelenggarakan proses-proses secara lebih efisien. Mari pangkas segala proses yang pelayanan yang berbelit-belit dan berkepanjangan tanpa alasan yang jelas. Mari bangun proses-proses yang lebih transparan. Mari berikan layanan tepat waktu sesuai jangka waktu yang telah dijanjikan.

Proklamator dan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, pernah menekankan tentang pentingnya membangun karkater bangsa. Menurut beliau "membangun suatu negara, membangun ekonomi, membangun teknik, membangun pertahanan, adalah pertama-tama dan pada tahap utamanya, membangun jiwa bangsa. Tentu saja keahlian adalah perlu, tetapi keahlian saja tanpa dilandaskan pada jiwa yang besar, tidak akan dapat mungkin mencapai tujuannya". Demikian juga tentang pentingnya kerja nyata kita, Bung Karno berpesan bahwa "Amal semua buat kepentingan semua. Keringat semua buat kebahagiaan semua. Semoga peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini juga memperbarui semangat Trisakti: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Jika kita konsisten, saya yakin jalan kemandirian ini insya Allah akan membawa bangsa ini mengalami kebangkitan yang selanjutnya, yaitu menjadi bangsa yang lebih jaya dan kompetitif dalam kancah Internasional. (Sumber : Humas IPDN)

 

(Jatinangor, 20 Mei 2017) Sebelum menjadi PNS, kita dituntut untuk mengucapkan sumpah pegawai atau janji Pegawai Negeri Sipil. Hal ini sesuai dengan bunyi pasal 66 ayat (1), Undang -Undang No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yang berbunyi “Setiap calon PNS pada saat  diangkat menjadi PNS wajib mengucapkan sumpah/janji.”.

Bertempat di loby Rektorat, Senin 20 Mei 2017 IPDN menyelenggarakan Sumpah Janji Pegawai Negeri Sipil bagi Purna Praja angkatan XXII dan Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS menjadi Pejabat yang mengambil Sumpah. Pengambilan sumpah/ janji PNS memiliki tujuan tertentu, yakni sebagai bagian dari upaya pembinaan PNS sebagai Aparatur Negara dan Abdi Masyarakat, dengan tujuan agar para PNS ini mempunyai kesetiaan dan ketaatan terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara dan pemerintah serta memiliki mental yang baik, jujur, bersih, berdaya guna dan penuh tanggung jawab terhadap tugasnya, dan di dalam mendukung usaha pemerintah mendorong terciptanya good governance. (Sumber : Humas IPDN)

(Tangerang, 16 Mei 2017) Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS didampingi Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar B, Bus dan Forkopinda Kabupaten Tangerang serta pejabat IPDN menutup pelaksanaan Bakti Karya Praja bagi Wasana Praja angkatan XXIV sekaligus menyerahkan bantuan program bedah rumah Bakti Karya Praja IPDN.

 Penyerahan hasil bedah rumah yang dikerjakan oleh Wasana Praja peserta Bakti Karya Praja diserahkan kepada perwakilan warga yang dilaksanakan terpusat di Desa Kohod Kecamatan Pakuhaji Kab Tangerang.

 Gubernur IPDN saat memberikan sambutan mengatakan, ”IPDN telah melakukan kegiatan bedah rumah bukan hanya di Desa Kohod  Kab Tangerang tetapi IPDN juga melakukannya di Kab Sumedang, Kab Pemalang, di Sulawesi Utara dan di Kab Indramayu. Program bedah rumah yang sudah dikerjakan IPDN sudah mencapai 12 rumah dalam satu tahun. 

 Selain itu IPDN juga akan selalu siap membantu pemerintah dalam melakukan program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU), selain untuk percepatan pembangunan, kegiatan tersebut juga membantu masyarakat khususnya yang kurang mampu untuk memiliki rumah yang layak huni. 

 Pada kesempatan ini juga Gubernur IPDN menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Tangerang dan seluruh jajaran pemerintah daerah Kab. Tangerang yang telah membantu Program ini dan berharap kerjasama yang baik untuk terus terjalin dengan tujuan yang sama membantu masyarakat dalam hal kesejahteraan.

 Ungkapan yang sama juga disampaikan oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar B, Bus, dalam sambutanya beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada IPDN atas kerja samanya membantu pemerintah daerah Kab. Tangerang melalui Program bedah rumah, semoga dengan kegiatan yang sudah di prakarsai oleh IPDN bisa menjadi motivasi pemerintah Kab. Tangerang yang jauh lebih maju. (Sumber : Humas IPDN)

 

Main Menu