Profil IPDN

(Jatinangor, 20 Mei 2017) Civitas Akademika IPDN melaksanakan upacara hari Kebangkitan Nasional ke 109 di lapangan parade kampus Jatinangor, bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS.

Gubernur IPDN pada sambutannya membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan diantaranya “NKRI adalah negara demokrasi berlandaskan ideologi Pancasila, yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan adat istiadat yang hidup di tengah masyarakat. wilayah NKRI terbentang luas dari Sabang hingga Merauke, terdiri dari 17.508 pulau, dihuni oleh penduduk sebesar 254,9 juta jiwa dengan 1.331 suku bangsa, 746 bahasa daerah, dengan garis pantai sepanjang 99.093 km persegi. Menjadi kewajiban seluruh komponen bangsa Indonesia secara konsisten untuk menjaga, melindungi dan memelihara tegaknya NKRI dari gangguan apapun, baik dari dalam maupun dari luar dengan cara menerapkan prinsip dan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.

 Oleh sebab itu saya memandang penting tema "Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata, Mandiri dan Berkarakter" yang diangkat untuk peringatan hari Kebangkitan Nasional tahun 2017 ini. Dengan tema ini kita ingin menunjukkan bahwa tantangan apapun yang kita hadapi saat ini harus kita jawab dengan memfokuskan diri pada kerja nyata secara mandiri dan berkarakter. Saya berpendapat bahwa ada penekanan pada dimensi internasional dalam tema tersebut. Kerja nyata kita, kemandirian kita, dan karakter kita semua terpusat pada pemahaman bahwa saat ini kita dihadapkan dalam kompetisi global. Persaingan bukan lagi muncul dari tetangga-tetangga di sekitar lingkungan kita saja, sebaliknya justru inilah saat paling tepat bagi kita untuk bahu-membahu bersama sesama anak bangsa untuk memenangkan persaingan-persaingan pada arah global, karena lawan tanding kita semakin hari semakin muncul dari seantero penjuru dunia. Sebagai satu kesatuan, mau tak mau harus bangkit untuk menjadi bangsa yang kompetitif dalam persaingan pada tingkat global tersebut. 

 Kini bukan saatnya lagi mengedepankan hal-hal sekadar pengembangan wacana yang sifatnya seremonial dan tidak produktif. Kini saatnya bekerja nyata dan mandiri degan cara-cara baru penuh inisiatif, bukan hanya mempertahankan dan membenarkan cara-cara lama sebagaimana yang telah dipraktikkan selama ini. Hanya karena telah menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan berarti sesuatu telah benar dan bermanfaat. Kita harus membiasakan yang benar dan bukan sekedar membenarkan yang biasa. Untuk saudara-saudaraku yang diberi amanat Allah untuk mengemudikan jalannya bahtera pemerintahan, saya mengajak untuk menyelenggarakan proses-proses secara lebih efisien. Mari pangkas segala proses yang pelayanan yang berbelit-belit dan berkepanjangan tanpa alasan yang jelas. Mari bangun proses-proses yang lebih transparan. Mari berikan layanan tepat waktu sesuai jangka waktu yang telah dijanjikan.

Proklamator dan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, pernah menekankan tentang pentingnya membangun karkater bangsa. Menurut beliau "membangun suatu negara, membangun ekonomi, membangun teknik, membangun pertahanan, adalah pertama-tama dan pada tahap utamanya, membangun jiwa bangsa. Tentu saja keahlian adalah perlu, tetapi keahlian saja tanpa dilandaskan pada jiwa yang besar, tidak akan dapat mungkin mencapai tujuannya". Demikian juga tentang pentingnya kerja nyata kita, Bung Karno berpesan bahwa "Amal semua buat kepentingan semua. Keringat semua buat kebahagiaan semua. Semoga peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini juga memperbarui semangat Trisakti: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Jika kita konsisten, saya yakin jalan kemandirian ini insya Allah akan membawa bangsa ini mengalami kebangkitan yang selanjutnya, yaitu menjadi bangsa yang lebih jaya dan kompetitif dalam kancah Internasional. (Sumber : Humas IPDN)

 

(Tangerang, 16 Mei 2017) Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS didampingi Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar B, Bus dan Forkopinda Kabupaten Tangerang serta pejabat IPDN menutup pelaksanaan Bakti Karya Praja bagi Wasana Praja angkatan XXIV sekaligus menyerahkan bantuan program bedah rumah Bakti Karya Praja IPDN.

 Penyerahan hasil bedah rumah yang dikerjakan oleh Wasana Praja peserta Bakti Karya Praja diserahkan kepada perwakilan warga yang dilaksanakan terpusat di Desa Kohod Kecamatan Pakuhaji Kab Tangerang.

 Gubernur IPDN saat memberikan sambutan mengatakan, ”IPDN telah melakukan kegiatan bedah rumah bukan hanya di Desa Kohod  Kab Tangerang tetapi IPDN juga melakukannya di Kab Sumedang, Kab Pemalang, di Sulawesi Utara dan di Kab Indramayu. Program bedah rumah yang sudah dikerjakan IPDN sudah mencapai 12 rumah dalam satu tahun. 

 Selain itu IPDN juga akan selalu siap membantu pemerintah dalam melakukan program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU), selain untuk percepatan pembangunan, kegiatan tersebut juga membantu masyarakat khususnya yang kurang mampu untuk memiliki rumah yang layak huni. 

 Pada kesempatan ini juga Gubernur IPDN menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Tangerang dan seluruh jajaran pemerintah daerah Kab. Tangerang yang telah membantu Program ini dan berharap kerjasama yang baik untuk terus terjalin dengan tujuan yang sama membantu masyarakat dalam hal kesejahteraan.

 Ungkapan yang sama juga disampaikan oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar B, Bus, dalam sambutanya beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada IPDN atas kerja samanya membantu pemerintah daerah Kab. Tangerang melalui Program bedah rumah, semoga dengan kegiatan yang sudah di prakarsai oleh IPDN bisa menjadi motivasi pemerintah Kab. Tangerang yang jauh lebih maju. (Sumber : Humas IPDN)

 

(Bandung, 15 Mei 2017) Keharusan mengikuti Tes Kompetensi Dasar (TKD) mulai diberlakukan bagi peserta masuk ke IPDN. Senin 15 Mei 2017 BKN seluruh Indonesia menyelenggarakan tes TKD bagi peserta ujian masuk ke IPDN.

Tes Kompetensi Dasar adalah sebuah tes berbasis komputer (Computer Assisted Test) untuk mengukur kemampuan dasar yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan seseorang, sehingga TKD ini harus ditempuh oleh seseorang untuk dapat diterima menjadi PNS. TKD sendiri diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Nasional, yakni Lembaga Pemerintah Non Kementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang manajemen kepegawaian negara.

Materi Tes Kompetensi Dasar sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil terdiri dari Test Intelegensi Umum (TIU), Test Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Test Karakteristik Pribadi (TKP). BKN telah menetapkan jika ingin lolos dari tahap ini maka peserta harus memenuhi kriteria penilaian,yaitu nilai tidak boleh di bawah 75 untuk TIU,70 untuk TWK dan 126 untuk TKP. (Sumber : Humas IPDN)

(Jatinangor, 17 Mei 2017) Selasa, 17 Mei 2017 bertempat di Lapangan parade IPDN dilaksanakan Upacara Hari Kesadaran Nasional. Kepala Biro Administrasi Akademik, Perencanaan dan Kerjasama Dr. Yusharto, M.Pd bertindak selaku Inspektur Upacara. Karo I pada sambutannya menyampaikan Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 17 di IPDN pada dasarnya merupakan sarana untuk melaksanakan evaluasi bersama terhadap komitmen, kinerja dan kedisiplinan pegawai di semua tingkatan serta untuk menginformasikan berbagai kebijakan  pimpinan dalam rangka membangun kualitas yang sehat, kuat, tangguh dan berintegritas tinggi. sehingga seluruh pegawai dapat menyadari bahwa tugas dan tanggung jawab sebagai ASN adalah tugas mulia serta dapat melayani masyarakat secara maksimal. (Sumber : Humas IPDN)

(Jatinangor, 15 Mei 2017) Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS  menghadiri acara peresmian bedah rumah di Desa Cisitu Kec. Cisitu Kab. Sumedang, Senin 15 Mei 2017). Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Cisitu, Kepala Dusun Cisitu, perangkat Desa dan warga masyarakat. Camat Cisitu dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur IPDN dan Praja yang telah membantu pelaksanaan bedah rumah warga sampai selesai. Gubernur IPDN menyampaikan bahwa dengan telah dilakukanya bedah rumah nantinya dapat digunakan sebaik baiknya, semoga bermanfaat dan nyaman bagi yang menempatinya. Acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita serta penyerahan kunci oleh Gubernur IPDN kepada pemilik rumah. (Sumber : Humas IPDN)

Main Menu