Profil IPDN

Senin, 7 Agustus 2017 tepat pukul 09.00 WIB bertempat di Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor. IPDN menggelar Upacara Wisuda Program Diploma IV Sarjana Sains Terapan Pemerintahan, Program Sarjana S-1 Sarjana Ilmu Pemerintahan, Program Profesi Kepamongprajaan, Program Pasca Sarjana, Magister Administrasi Pemerintahan Daerah dan Program Doktor Ilmu Pemerintahan. Acara wisuda kali ini dipimpin langsung oleh Rektor IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H, M.H, M.S selaku Ketua Senat. Para guru besar dan anggota senat ikut hadir mengikuti jalannya upacara wisuda.

Upacara wisuda kali ini terdiri atas 1.797 orang wisudawan D-IV, 217 orang wisudawan S-1, 155 orang wisudawan S-2, 10 orang wisudawan S-3. Turut menjadi peserta wisuda yakni 30 orang wisudawan profesi kepamongprajaan. Pada upacara wisuda kali ini pun disampaikan beberapa wisudawan terbaik dari masing-masing program. Wisudawan terbaik program D IV yakni Rahmi Hayati asal Provinsi Bengkulu, Auzan Oktarizal asal Provinsi Jawa Tengah, Putri Rut Elok Kurniatin asal Provinsi Jawa Tengah, Zulia Dewi Nurlaily asal Provinsi Jawa Timur, Rezka Juliati asal Provinsi Kalimantan Selatan, Ema Firda asal Provinsi Jawa Timur, Alfina Nur asal Provinsi Jawa Barat, Octa Pratama asal Provinsi Kepulauan Riau, Sari Dwi Y. asal Provinsi Jawa Barat serta Septantri Cahyaningrum asal Provinsi Jawa Timur.  Kesepuluh wisudawan tersebut mendapatkan penghargaan Kartika Sapta Abdi Praja.

Sedangkan wisudawan terbaik Program S-1 yakni Yegi Wirianto, Rizki Sari, Ni Gusti Ayu L. Iga Ambarawati, Ni Putu Suputri Noviani Pradhana, Dea Pandam Sari, Muhamad Fikri, Aprilia Pascalina, Rini Juniarti, Aliyyu Eka Nur dan Ni Made Puspa Krisnawati mendapatkan penghargaan Kartika Pradnya Utama. Upacara wisuda kali ini pun memberikan predikat cumlaude kepada 3 (tiga) orang wisudawan terbaik program Magister Administrasi Pemerintahan Daerah, 3 (tiga) orang wisudawan terbaik Program Profesi Kepamongprajaan Angkatan ke-III serta 10 orang wisudawan terbaik Program studi Doktor Ilmu Pemerintahan.

Acara dimulai dengan pembacaan keputusan rektor IPDN tentang kelulusan program Diploma IV, Program Sarjana S-1, Program Profesi Kepamongprajaan, Program Pasca Sarjana, Magister Administrasi Pemerintahan Daerah dan Program Doktor Ilmu Pemerintahan. Diakhir acara, seluruh peserta wisuda serentak menyanyikan Hymne Abdi Praja Dharma Satya Nagara Bhakti dengan penuh khidmat dan haru. (Sumber : Humas IPDN)

Jumat, 4 Agustus 2017 Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor kembali meriah dengan kehadiran rekan-rekan dari Komnas Perempuan. Hadir tepat pada pukul 09.30, Ibu Azriana selaku Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Beliau hadir didampingi 5 orang stafnya untuk melakukan ceramah umum dengan tema “Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintah Bidang Perlindungan Perempuan di Republik Indonesia”. Pada hari ini mewakili Gubernur IPDN, Dr. Yusharto H. M. Pd selaku Kepala Biro Administrasi Akademik, Perencanaan & Kerjasama menyambut kehadiran tim Komnas Perempuan. “Kami dari IPDN menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Komnas Perempuan yang telah hadir di kampus pelopor penggerak revolusi mental ini. Semoga pembekalan ini dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi calon-calon pns didepan Ibu” tutur Beliau.

Mengawali ceramah umum kali ini, Ibu Azriana menyampaikan penghargaan yang sangat besar kepada IPDN atas kesempatannya untuk melakukan diskusi didepan para praja. “Ini kali pertama saya dan tim Komnas Perempuan berbicara di depan praja IPDN” sahut Ibu Azriana. Didepan 2014 orang praja utama, Ibu Azriana memaparkan terlebih dahulu mengenai sejarah terbentuknya Komnas Perempuan.  Komnas perempuan ini menurutnya terbentuk atas keinginan masyarakat akan suatu wadah yang menangani bidang perlindungan perempuan. Beliau pun sedikit menyinggung mengenai tragedi pemerkosaan perempuan etnis tionghoa yang terjadi pada sekitaran tahun 1998 yang sedikit banyak menjadi landasan awal terbentuknya Komisi ini. Tak lupa beliau pun memaparkan materi mengenai diskriminatif, kesetaraan gender, hak-hak perempuan dan lain sebagainya.

Sebelumnya praja IPDN khususnya praja wanita belum pernah ada yang terlibat langsung dalam diskusi mengenai gender dan perlindungan terhadap perempuan. Hal ini terlihat dari tidak adanya praja wanita yang mengangkat tangan ketika ditanyakan keikutsertaan mereka dalam diskusi mengenai gender dan perlindungan terhadap perempuan. Demi meyakinkan aundiens tentang beberapa kebijakan penyelenggaraan pemerintah khususnya dalam bidang perlindungan perempuan, maka Ibu Azriana memperlihatkan beberapa laporan pemantauan Komnas Perempuan terutama mengenai diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. “Semoga apa yang kami sampaikan dapat menjadi ilmu dan pembelajaran bagi rekan-rekan semua, agar mengetahui atau aware terhadap kekerasan terhadap perempuan. Dan siapa tahu ada dari rekan-rekan yang nantinya akan membantu kami dalam permasalahan ini” tutur Ibu Azriana diakhir ceramah umumnya. (Sumber : Humas IPDN)

 

###

Jatinangor  1 Agustus 2017, mengawali awal bulan Agustus ini Bupati Bengkulu Selatan H. Dirwan Mahmud, S.H melakukan kunjungan kerja sekaligus bersilaturahim dengan Gubernur IPDN dan jajaran pimpinan di Kampus IPDN Jatinangor. Beliau hadir pada pukul 16.00 WIB dengan disambut langsung oleh Deputi III Bidang Administrasi Keprajaan & Kemahasiswaan serta Kepala Biro I Bidang Administrasi Akademik, Perencanaan & Kerjasama yakni Dr. Yusharto H. M.Pd. Bertempat di Ruang VVIP Kampus IPDN Jatinangor, Gubernur IPDN menyempatkan diri untuk bersilaturahim dengan rombongan staf Pemda Bengkulu Selatan. Bapak Dirwan beserta 9 orang rombongan lainnya, terlibat perbincangan yang hangat dengan Gubernur IPDN.

Bersamaan dengan kunjungan kerja tersebut, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman, Kerjasama Pendidikan dan Program Pendampingan Kepamongprajaan antara Gubernur IPDN dan Bupati Bengkulu Selatan. Kerjasama ini berkaitan tentang penyelenggaraan pendidikan akademik, pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan labotarium pemerintahan, dan lain sebagainya. Acara berlangsung dengan penuh kehangatan dan obrolan santai antara Pimpinan IPDN dan rombongan Bupati Bengkulu Selatan. “Terima kasih telah hadir di kampus kami” tutur Gubernur IPDN seraya tersenyum. “Kami sangat senang sekali dapat berkunjung di kampus ini” ujar Bupati Bengkulu. (Sumber : Humas IPDN)

Sebanyak 2014 orang praja utama IPDN melakukan gladi wisuda di Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor. Jumat, 4 Agustus 2017 tepat pada pukul 07.00 WIB praja beserta staf protokol dan humas IPDN melakukan gladi kotor wisuda.  Hadir memantau jalannya gladi yakni Kepala Bagian Akademik yakni Dr. Ujud Rusdia, M. Si. Kegiatan gladi ini dilakukan demi kelancaran acara wisuda yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Acara wisuda tahun akademik 2016/2017 ini diperuntukan bagi Program Diploma IV, Program Profesi Kepamongprajaan, Program Strata I, Program Pascasarjana dan Program Strata III Angkatan XXIV Tahun Akademik 2016/2017.

Seluruh praja utama terlihat tertib dan antusias melaksanakan gladi wisuda ini. Ini merupakan saat-saat yang ditunggu oleh para praja utama, dimana mereka telah berhasil menyelesaikan pendidikan di Kampus IPDN yang mereka cintai ini. Dalam kegiatan wisuda kali ini pun terdapat 10 praja utama yang merupakan lulusan berprestasi dari program Diploma IV dan  program Strata I. Masing-masing kesepuluh praja tersebut akan dipanggil kedepan podium untuk mendapatkan penghargaan Kartika Sapta Abdi Praja bagi praja utama program Diploma IV dan penghargaan Kartika Pradnya bagi praja utama program Strata I.

Prosesi wisuda sendiri direncanakan akan digelar di Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan untuk proses pelantikan atau pengukuhan akan diselenggarakan di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor. Para pimpinan sampai detik ini masih terus melakukan koordinasi dengan melakukan rapat internal di Grha Wyata Praja untuk mendiskusikan mengenai penetapan acara wisuda dan pengukuhan. (Sumber : Humas IPDN)

Jatinangor, 31 Juli 2017 pada pukul 09.00 WIB. Kepala Divisi Formalitas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) hadir di Gedung Balairung Jenderal Rudini, Kampus IPDN Jatinangor. Bapak Didik Sasono Setyadi selaku Kepala Divisi Formalitas SKK Migas hadir untuk memberikan studium general atau kuliah umum dengan tema “Meningkatkan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Memperkokoh Kedaulatan Bangsa”. Beliau hadir didampingi Kepala Spesialis I Hubungan Bisnis SKK Migas, Kepala Departemen Kelembagaan SKK Migas, Kepala Departemen Kebendarahaan SKK Migas serta tim SKK Migas. 

Turut hadir mewakili Gubernur IPDN, yakni Deputi III  Bidang Administrasi Keprajaan & Kemahasiswaan yakni Dr. Hyronimus Rowa, M.Si. Serta beberapa civitas academica IPDN Jatinangor. Kuliah umum ini dihadiri oleh Wasana Praja sebanyak 1.657 orang. “Lulusan IPDN rata-rata di semua Kabupaten dan Kota di Indonesia itu ada, jadi semoga ada beberapa lulusan IPDN yang dapat membantu di SKK Migas”, tutur Bapak Hyronimus. Masih menurut beliau kehadiran SKK Migas diharapkan dapat memberikan arahan sehingga praja dapat ikut mensupport SKK Migas. Diakhir kata Bapak Hyronimus mewakili Gubernur IPDN berterima kasih atas kehadiran tim dari SKK Migas di Kampus IPDN ini. 

Kuliah umum ini berisikan tentang imbauan dari SKK Migas mengenai kedaulatan gas dan minyak bumi Indonesia. “Negara memiliki satu kewenangan atas sumber kekayaan dan gas bumi yang dimilikinya. Yang perlu ditekankan bahwa kekayaan minyak dan gas bumi kita sama sekali tidak berada dibawah kedaulatan pihak asing. Inilah tugas saya, tugas kami (tim SKK Migas) untuk memberikan keyakinan kembali kepada rakyat kita bahwa seluruh kekayaan alam kita khususnya minyak dan gas bumi kita masih dibawah kedaulatan Negara Indonesia” tutur Bapak Didik. Himbauan dari Beliau adalah agar kita harus menghapus berita-berita yang tidak benar (hoax), yang nantinya mengakibatkan kita menjadi tidak percaya diri dan menjadi bangsa yang lemah karena mengira seluruh sumber daya kita sudah dimiliki bangsa asing. Acara kali inipun diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara Bapak Didik dan praja. Tak lupa pihak SKK Migas memberikan souvenir berupa buku karangan Bapak Didik . (Sumber : Humas IPDN)

 

Main Menu