Profil IPDN

Jatinangor, 22 Agustus 2017 bertempat di Ruang VVIP Gedung Rektorat Kampus IPDN Jatinangor diselenggarakan ICONPO VII. Pukul 09.30 WIB dibuka secara resmi The International Conference on Public Organization (ICONPO). Hadir pada acara tersebut Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H, M.H, M.S yang sekaligus memberikan sambutan sesaat setelah acara dimulai. Tahun ini IPDN terpilih menjadi tuan rumah kegiatan ICONPO pada rapat yang dilakukan oleh Asia Pasific Society for Public Affairs (APSPA) di Bangkok. Turut hadir pada kesempatan kali ini yakni President of APSPA Prof. Amporn Tamronglak, Ph. D.

ICONPO VII kali ini mengundang peneliti yang membuat makalah mengenai pembahasan analisis konseptual, permasalahan dan bagaimana mengatasi permasalahan mengenai isu tata kelola organisasi/pemerintahan. ICONPO kali ini berlangsung selama dua hari yakni hari ini dan besok dengan mengambil tema “Governance Theory and Practices in Asia-Pasific”. Pada kesempatan kali inipun dilaksanakan penandatanganan MoU antara APSPA dan KAPSIPI (Kesatuan Program Studi Ilmu Pemerintahan Indonesia). Pihak APSPA diwakilkan langsung oleh President APSPA, sedangkan pihak KAPSIPI diwakilkan oleh Chairman of KAPSIPI yakni Prof. Dr. Drs. H. Utang Suwaryo, M.A. Selain itu, dilaksanakan pula penandatanganan MoU antara APSPA dan ADIPSI (Asosiasi Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Daerah). Pihak ADIPSI diwakilkan oleh Dr. Suranto, M. Pol.

Gubernur IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H, M.H, M.S dipercaya menjadi keynote speech dalam kegiatan kali ini. Prof. Dr. Ahmad Martadha B. Mohamed dari Universitas Utara Malaysia turut menjadi keynote speech juga. IPDN sendiri merupakan anggota dari APSPA. Selain IPDN, dari Indonesia sendiri terdapat 6 institusi lain yang ikut tergabung yakni  Universitas Pancasakti Tegal, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Rakahaji, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Krisnadwipayana University, Universitas Muhammadiyah Tangerang dan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Selain dari Indonesia, terdapat beberapa institusi dari negara sahabat, yakni malysia, Filipina, Thailand, India, Korea Selatan dan Taiwan. (Sumber : Humas IPDN)

Jatinangor, 21 Agustus 2017. Bertempat di Aula Grha Wyata Praja tepat pukul 13.00 WIB. Kampus IPDN Jatinangor kembali kedatangan calon-calon penerus bangsa yakni adik-adik Paskibraka Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Bapak Anton Abdurahman mewakili rombongan yang berjumlah 52 orang menyampaikan ucapan terima kasihnya atas sambutan yang diberikan oleh pihak IPDN. Rombongan sendiri terdiri atas 25 orang siswa/i Paskibraka, Kabupaten Muara Enim serta 27 orang pendamping, pelatih dan panitia. “Alhamdulillah, kami diterima dengan baik di kampus ini. Kedatangan kami bertujuan untuk membawa adik-adik kita, agar mereka termotivasi apabila pada saatnya mereka dapat ikut serta masuk seleksi IPDN nanti” sahut Bapak Anton.

Pada kesempatan kali ini, pihak IPDN yang diwakilkan oleh Syamsu Khoirudin, S.STP., M.Si selaku Kabag Pengasuhan menjelaskan sedikit banyaknya mengenai seluk beluk IPDN. Dimulai dari sistem JarLatSuh (Pengajaran, Pelatihan dan Pengasuhan) yang merupakan sistem pendidikan di IPDN. Beliau pun memaparkan mengenai siklus kehidupan para Praja yang bersekolah disini. Sarana dan prasarana, pembiayaan kuliah yang ditanggung Pemerintah serta jenjang karir juga menjadi topik bahasan yang dipaparkan oleh Bapak Syamsu didepan tamu rombongan. “Selamat datang di Kampus Penggerak, Pelopor Revolusi Mental. Ini adalah kampus IPDN pusat, ada 1 Kampus lagi yakni di Cilandak yang merupakan kampus pusat IPDN. Semoga nanti kalian bisa menginjakan kaki kembali lagi disini sebagai Praja IPDN”. Pada kesempatan kali ini, adik-adik Paskibraka terlihat antusias mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan IPDN, seperti bagaimana alur seleksi masuk IPDN, apakah Praja mendapatkan libur, apa-apa saja kegiatan di IPDN dan lain-lain. (Sumber : Humas IPDN)

(Jatinangor, 22 Desember 2016) Bertempat di lapangan parade, Civitas Akademika IPDN memperingati Hari Ibu ke-88. Pada kesempatan tersebut Pembantu Rektor Bidang Administrasi Dra. Rosje Kalange, M.Si menjadi Pembina Upacara.

Pada sambutannya Purek II menyampaikan, Dalam konteks masa kini Peringatan Hari Ibu bertujuan untuk mengingatkan segenap komponen bangsa, khususnya generasi muda tentang arti dan makna Hari Ibu sebagai bagian sejarah, momentum kebangkitan, penggalangan persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan bangsa Indonesia.

Bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu ke-88 Tahun 2016 yang mengusung tema “Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang dan kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan”. Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia Tahun 2016 dan mewujudkan Nawacita sebagai salah satu agenda nasional. Telah banyak keberhasilan dan kemajuan yang dicapai perempuan Indonesia hingga saat ini, namun tidak dipungkiri bahwa kondisi perempuan dan juga anak sebagai kelompok masyarakat yang rentan dari berbagai kekerasan, eksploitasi dan perlakuan diskriminatif lainnya.

Hakekat dari Peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya, merupakan upaya bangsa Indonesia untuk selalu mengenang, memberikan penghormatan serta penghargaan kepada perjuangan kaum perempuan Indonesia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan.

Sumber: Humas

(Jatinangor, 18 April 2017) IPDN melalui Fakultas Politik Pemerintahan menggelar Seminar Nasional bertema “ Politik dan Etika Dalam Praktek Kepemimpinan Pemerintahan Di Indonesia” bertempat di gedung Pascasarjana IPDN, Selasa 18 April 2017). Acara yang diikuti para dosen dan Praja ini dibuka oleh Rektor IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS.

Dalam sambutan pembukaan Rektor IPDN menyampaikan "Seminar ini diselenggarakan di tengah-tengah persepsi minor  masyarakat dari kinerja para pemimpin. Para pemimpin masih dinilai kurang proaktif dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam masyarakat. Dengan mengusung tema ini, diharapkan para peserta dapat memberikan masukan-masukan dan inovasi bagi para pemimpin dalam menjaga politik dan etika di hadapan publik,". Acara yang digelar ini diisi penyampaian materi oleh Rektor IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, Dr. Hasan Ahmad, M.Si dan Dekan Fikom Universitas Pancasila Prof. Andi Faisal Bakti. (Sumber : Humas IPDN)

(Jatinangor, 19 Desember 2016) Pada hari Senin 19 Desember 2016 diselenggarakan Ujian Promosi Doktor Ilmu Pemerintahan Program Pascasarjana IPDN dengan Promovendus NURYANTO dengan judul disertasi “Pengaruh Transformasi Status Desa Menjadi Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Pengembangan Masyarakat di Provinsi Jawa Barat” yang bertempat di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana IPDN.

Hadir sebagai Dosen Penilai/Penguji diantaranya : Ketua Sidang, Prof. Dr. H. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS yang juga Rektor IPDN, Prof. DR. H M Aries Djaneuri, MA (Oponen Ahli), Prof. Dr. Khassan Effendi (Oponen Ahli), Prof. Dr. Juntika, M.Pd (Oponen Ahli), Prof. Dr. J Basuki, M.Psi. (Oponen Ahli), Dr. Sampara Lukman. MA (Oponen Ahli).

Dengan tenang promovendus Nuryanto membeberkan buah pikir dan idealismenya yang terkristalisasi dalam Disertasi tersebut.

Dalam acara tersebut hadir pejabat struktural dan fungsional IPDN, civitas akademika IPDN dan tamu undangan lainnya, menyaksikan bagaimana Promovendus Nuryanto mempresentasikan dan mempertahankan Disertasi hasil penelitian.
Penyerahan surat keputusan kelulusan diserahkan oleh Rektor IPDN, Prof. Dr. H. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS kepada Nuryanto yang baru mendapat gelar Doktor dan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas gelar yang diraihnya.

Sumber: Humas

Main Menu