Ceramah Umum

  • Ceramah Umum Gubernur Jawa Tengah

    (Jatinangor, 19 September 2015) Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, MIP menginginkan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menjadi agen perubahan dalam membenahi masalah birokrasi di Indonesia. Birokrat yang sanggup melayani, birokrat yang mampu membawa pemerintahan bersih, birokrat yang nanti akan menjadi agen-agen perubahan, demikian saat memberikan ceramah umum kepada Sivitas Akademika dan Praja IPDN yang didampingi Gubernur IPDN Prof. DR. Ermaya Suradinata, M.Si di gedung Rudini Kampus Jatinangor.

    Ceramah umum yang mengambil tema "Tentang Penanaman Nilai-Nilai Kepamongprajaan Dalam Melaksanakan Tugas" Gubernur Jateng menambahkan, dengan pendidikan penanaman nilai-nilai kebangsaan dan  nilai-nilai pengelolaan pemerintahan yang baik, para Praja IPDN disiapkan menjadi agen revolusi mental. Peran para lulusan IPDN tersebut sangat ditunggu masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik di pemerintahan yaitu bagaimana pelayanan yang baik, service excellent, dan sekarang mereka sudah disiapkan betul jadi agen revolusi mental.

    Lebih lanjut Gubernur Jateng berharap mereka bisa belajar dari pengalaman, belajar sambil bekerja, dan bisa berkomunikasi, bertanya pada kasus-kasus yang sifatnya konkret, sehingga diharapkan nanti birokrasi kita ke depan akan menjadi birokrasi yang melayani, birokrasi yang quick response, birokrasi yang bersih.

    Ganjar berpesan kepada para Praja IPDN ketika terjun langsung di pemerintahan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan tidak pernah berharap apapun yang nantinya akan diterima. Akhir acara dilanjutkan dengan keliling kampus dan foto bersama.

    Sumber: Humas

  • Ceramah Umum Kapolri Kepada Civitas Akademika IPDN

    (Jatinangor, 18 Januari 2017) Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan ceramah umum tentang Kebhinekaan dan Demokrasi di Era Globalisasi kepada Civitas Akademika dan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di gedung Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Rabu 18 Januari 2017.

    Dalam ceramah umumnya, Kapolri menyampaikan tentang keanekaragaman bangsa yang harus dikelola dengan baik agar tercipta bangsa yang kuat. Ia menuturkan, kehadirannya memberikan ceramah umum kepada para Praja IPDN merupakan hal yang penting dan harus dilakukan oleh pimpinan Polri.
     
    Kapolri mengaku bangga mendapatkan kesempatan dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk memberikan wawasan yang baru kepada Praja IPDN. "Saya merasa sangat tersanjung untuk diberikan kesempatan perintah dari Mendagri untuk memberikan masukan, saya beranggapan saya ada kepentingan dengan adanya tatap muka ini," Birokrat juga memiliki jaringan yang luas dari mulai Kementerian Dalam Negeri, Gubernur, Bupati sampai Camat dan Lurah.
           
    Kapolri berharap, Praja IPDN yang akan mengelola pemerintahan birokrasi itu dapat melaksanakan tugas dengan baik, menjalankan pemerintahan yang bersih. "Sangat berkepentingan untuk membangun bangsa kita menjadi bangsa yang kuat karena Praja ini adalah birokrat yang kuat yang nanti akan mengendalikan pemerintahan,".

    Ceramah umum Kapolri tersebut dihadiri Rektor IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Polda Jabar Irjen Pol Anton Charlyan, pejabat Polri, pejabat Pemprov Jawa Barat, pejabat Pemkab Sumedang, pejabat IPDN dan para Praja.

    Sumber: Humas

  • Ceramah Umum Kepala BNN

    (Jatinangor, 16 Desember 2016) IPDN hari Jumat 16 Desember 2016 menyelenggarakan Studium General dengan menghadirkan nara sumber yaitu Menteri Dalam Negeri, Panglima TNI dan Kepala BNN. Pada sesi pertama Kepala BNN Komjen Pol. Budi Waseso yang didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, SH dan Rektor IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS mengatakan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) merupakan salah satu target utama peredaran narkotika di tanah air.


    "Kalian (Praja) menjadi target, karena kalian masa depan bangsa, aset bangsa. Narkotika ini bukan sekedar peredaran dan penyalahgunaan tapi ini merupakan suatu bentuk proxy war, perang modern,". Menurut Kepala BNN, Indonesia saat ini merupakan pangsa pasar terbesar narkotika di dunia. Sebanyak 11 negara tercatat menyuplai narkotika ke Indonesia.  Narkotika yang masuk ke Indonesia selalu habis terserap dan tiada yang mubazir.


    Komjen Pol. Budi Waseso menyampaikan tidak ada satu pun instansi, lembaga negara atau kelompok elemen masyarakat di tanah air yang bebas dari penyalahgunaan narkotika. Setiap tahun sebanyak 15.000 jiwa anak bangsa meninggal dunia akibat penyalahgunaan narkotika. "Yang meninggal ini generasi muda produktif dan potensial memimpin negara ke depan, ini pasti proxy war,"


    Kepala BNN menekankan berdasarkan evaluasi yang dilakukan BNN, para pecandu narkotika di perguruan tinggi umumnya adalah anak-anak pandai yang memiliki kemampuan luar biasa. Hal ini membuktikan bahwa peredaran narkotika merupakan senjata perang modern saat ini. Bukti lainnya adalah kesulitan aparat keamanan memberangus peredaran narkotika jaringan internasional di negara lain sekalipun telah memiliki hubungan kerja sama.

    Sumber: Humas

  • Ceramah Umum Mendagri di IPDN

    (Jatinangor, 13 April 2016) Bertempat di gedung Balairung Rudini IPDN diselenggarakan ceramah Umum oleh Menteri Dalam Negeri Bapak Tjahyo Kumolo kepada Civitas Akademika IPDN.

    Ceramah umum di hadiri oleh Rektor IPDN Bapak Ermaya Suradinata. Para Purek, para Karo, para Dekan dan para Direktur IPDN kampus daerah.

    Dalam ceramah umumnya, Mendagri berharap para Praja hendaknya setelah mereka terjun kelapangan sebagai Aparatur Negara, bisa melaksanakan tugas mereka dengan baik dan penuh tanggung jawab, dan meminta untuk jangan mau kalah dengan lulusan Akedemi Kepolisian (Akpol) dan Akademi Militer (Akmil). “Alumni IPDN jangan mau kalah dengan lulusan Akpol dan Akmil, rekrutmen praja IPDN harus terbuka dan adil. “Silakan mau anak Jenderal, Gubernur, Direktur Jenderal sampai yang miskin boleh masuk IPDN melalui proses terbuka,” tegasnya. di hadapan ribuan praja IPDN.

    Pada bagian lain, Mendagri mengapresiasi sejumlah program-program bagi praja IPDN. “Selama belajar di kampus ini memang jangan hanya kutu buku saja, tapi harus membaur dengan masyarakat.

    Mendagri juga mengapresiasi program yang sudah dilaksanakan seperti bedah rumah, donor darah, bakti sosial, menyisihkan uang jajan untuk bantu masyarakat. Ini positif,” katanya.

    Sumber: Humas

  • Ceramah Umum Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

    (Jatinangor, 18 Januari 2017) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dikunjungi Menteri Kabinet Kerja, yaitu Bapak Eko Putro Sanjoyo yang merupakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia pada hari Rabu, 18 Januari 2017 dalam rangka ceramah umum kepada Civitas Akademika IPDN yang bertempat di gedung Balairung Rudini.

    Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor IPDN Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, pejabat eselon I dan II Kemdagri, Pejabat eselon I dan II Kementerian Desa, Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi, pejabat Pemprov Jawa Barat, pejabat Pemkab Sumedang, Civitas Akademika IPDN dan Praja.

    Dalam ceramahnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, mengharapkan adanya peningkatan pembangunan untuk pergerakan ekonomi negeri, pembangunan telah difokuskan pada desa sebagai garda terdepan. Beliau juga mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan Rakyat Indonesia telah menurun setiap tahunnya setelah dilakukannya program pemberdayaan pada masyarakat desa, juga peningkatan infrastruktur pada petani khususnya.

    Selesai ceramah umum dilaksanakan penandatangan MoU dan penyerahan cinderamata antara kementerian PDT dan IPDN yang disaksikan oleh Menteri Desa dan PDT, Rektor IPDN, para Purek.

    Sumber: Humas

  • Ceramah Umum Panglima TNI

    (Jatinangor, 16 Desember 2016) Hari Jumat, 16 Desember 2016 Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan Ceramah umum di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor. Hadir pada acara tersebut Menteri dalam Negeri, Pangdam III Siliwangi, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, dan Rektor IPDN serta tamu undangan lainnya.

    Dalam Ceramah Umumnya Panglima TNI mengatakan, bahwa Praja IPDN sebagai generasi muda penerus bangsa dan calon pemimpin bangsa dimasa depan, maka generasi muda harus menjaga kebhinekaan yang ada di dalam kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena akhir-akhir ini, negara Indonesia sedang diterpa isu-isu pemecah kesatuan.

    Untuk menjaga agar isu-isu pemecah kesatuan tersebut tidak tersebar ke seluruh elemen masyarakat, dibutuhkan generasi muda yang kuat jiwa raganya, tidak terprovokasi dengan hal-hal yang dapat merugikan bangsa dan negara.

    Selain itu, Panglima TNI juga memberikan semangat kepada ribuan Praja IPDN, juga dihadapan Mendagri dan Rektor IPDN, ke depannya lulusan IPDN dapat bekerjasama mengikuti pendidikan di TNI dan setelah lulus akan diberikan pangkat Letnan dua.

    Diakhir acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari kedua belah pihak.

    Sumber: Humas

  • “Mengenal Lebih Jauh Kesetaraan Gender”, IPDN Gandeng Komnas Perempuan Selenggarakan Ceramah Umum Didepan Praja Utama

    Jumat, 4 Agustus 2017 Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor kembali meriah dengan kehadiran rekan-rekan dari Komnas Perempuan. Hadir tepat pada pukul 09.30, Ibu Azriana selaku Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Beliau hadir didampingi 5 orang stafnya untuk melakukan ceramah umum dengan tema “Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintah Bidang Perlindungan Perempuan di Republik Indonesia”. Pada hari ini mewakili Gubernur IPDN, Dr. Yusharto H. M. Pd selaku Kepala Biro Administrasi Akademik, Perencanaan & Kerjasamamenyambut kehadiran tim Komnas Perempuan. “Kami dari IPDN menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Komnas Perempuan yang telah hadir di kampus pelopor penggerak revolusi mental ini. Semoga pembekalan ini dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi calon-calon pns didepan Ibu” tutur Beliau.

    Mengawali ceramah umum kali ini, Ibu Azriana menyampaikan penghargaan yang sangat besar kepada IPDN atas kesempatannya untuk melakukan diskusi didepan para praja. “Ini kali pertama saya dan tim Komnas Perempuan berbicara di depan praja IPDN” sahut Ibu Azriana. Didepan 2014 orang praja utama, Ibu Azriana memaparkan terlebih dahulu mengenai sejarah terbentuknya Komnas Perempuan.  Komnas perempuan ini menurutnya terbentuk atas keinginan masyarakat akan suatu wadah yang menangani bidang perlindungan perempuan. Beliau pun sedikit menyinggung mengenai tragedi pemerkosaan perempuan etnis tionghoa yang terjadi pada sekitaran tahun 1998 yang sedikit banyak menjadi landasan awal terbentuknya Komisi ini. Tak lupa beliau pun memaparkan materi mengenai diskriminatif, kesetaraan gender, hak-hak perempuan dan lain sebagainya.

    Sebelumnya praja IPDN khususnya praja wanita belum pernah ada yang terlibat langsung dalam diskusi mengenai gender dan perlindungan terhadap perempuan. Hal ini terlihat dari tidak adanya praja wanita yang mengangkat tangan ketika ditanyakan keikutsertaan mereka dalam diskusi mengenai gender dan perlindungan terhadap perempuan. Demi meyakinkan aundienstentang beberapa kebijakan penyelenggaraan pemerintah khususnya dalam bidang perlindungan perempuan, maka Ibu Azriana memperlihatkan beberapa laporan pemantauan Komnas Perempuan terutama mengenai diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. “Semoga apa yang kami sampaikan dapat menjadi ilmu dan pembelajaran bagi rekan-rekan semua, agar mengetahui atau aware terhadap kekerasan terhadap perempuan. Dan siapa tahu ada dari rekan-rekan yang nantinya akan membantu kami dalam permasalahan ini” tutur Ibu Azriana diakhir ceramah umumnya. (Sumber : Humas IPDN)

     

    ###

Main Menu