Agenda & Kegiatan

IPDN Gelar Kegiatan End User Literasi Digital Sektor Pemerintahan

14 July 2022


IPDN, ipdn, IPDN Gelar Kegiatan End User Literasi Digital Sektor Pemerintahan

Jatinangor (14/07/2022) - Menghadapi industri 4.0 dan society 5.0, IPDN perkuat wawasan praja dengan pemahaman literasi digital. Kali ini IPDN bekerja sama dengan Direktorat Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo dan BPSDM Kemendagri menyelenggarakan kegiatan End User Literasi Digital Sektor Pemerintahan di Lingkungan IPDN. Kegiatan ini dilakukan secara luring di Gedung Balairung Rudini IPDN kampus Jatinangor. Adapun narasumber dalam kegiatan ini yakni Andri Johandri dan Adri Yanto yang merupakan perwakilan dari Kementerian Kominfo serta Machmudan Sadik merupakan perwakilan dari BPSDM Kemendagri. Kepala Biro Administrasi Akademik dan Perencanaan Agus Toyib, S.Sos., M.Si mewakili Rektor IPDN hadir mengikuti kegiatan ini. Dalam sambutannya, Agus Toyib menyatakan bahwa pemahaman terkait literasi digital sangat penting bagi praja, karena praja sebagai perekat NKRI harus dapat mengimplementasikan literasi digital ini dalam pengabdiannya kepada masyarakat.

Direktur Pemberdayaan Informatika, Ir. Bonifasus Wahyu Pudjianto, M.Eng mengatakan bahwa di era globalisasi transformasi digital merupakan sebuah keniscayaan, "Kegiatan literasi ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi ASN khususnya praja IPDN di bidang digital. Diharapkan praja sebagai calon ASN setelah menerima pengetahuan ini dapat membawa perubahan didaerah masing-masing tempat mereka mengabdi kelak",tuturnya. Dalam kegiatan ini dipaparkan materi terkait 4 (empat) pilar literasi digital yang terdiri atas 2 technical yakni digital skill dan digital safety serta 2 non-technical yakni digital culture dan digital ethnic. "Aspek technical ini harus dipahami karena nantinya dalam proses birokrasi praja akan menemui berbagai aspek pemerintahan secara digital. Aspek non-technical pun harus dipahami agar praja tidak salah dalam bertransformasi dalam memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari", ujar Bonifasus.

Agus toyib juga kembali mengingatkan praja untuk lebih berhati-hati dalam menerima pesan-pesan atau berita-berita yang belum terbukti kebenarannya, "Kita harus bijak dalam menggunakan smartphone jangan sampai kita menjadi korban penyalahgunaan data pribadi, berita hoax, pinjaman online dan lain-lain. Apabila kita menjadi korban, itu dapat mengurangi kredibilitas diri kita sebagai ASN, jadi kita harus benar-benar bijak dalam menggunakan teknologi khususnya smart phone", ujar Agus. Menurutnya, tak hanya praja, civitas akademika IPDN pun perlu memahami literasi digital agar terhindar dari peretasan akun dan pembobolan data.

Selain itu,materi yang dipaparkan oleh narasumber kegiatan ini pun seputar keamanan digital, keterampilan digital, dampak revolusi industri 4.0 terhadap pemerintah, cakap bermedia digital, etika dan budaya digital serta web design and development. Machmudan Sadik dalam pemaparan materinya juga kembali mengingatkan arahan dari Presiden Joko Widodo terkait percepatan transformasi digital yakni perluasan akses dan infrastruktur digital, roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis, percepatan integrasi Pusat Data Nasional, persiapan kebutuhan SDM talenta digital serta regulasi, skema pendanaan dan pembiayaan transformasi digital.

  • Sumber Berita:

    Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas
    La Ode Muhamad Alam Jaya, S.STP., M.Si

  • By:

    Humas