Agenda & Kegiatan

IPDN Kemendagri Kembali Menggelar Kegiatan Seminar Berskala Internasional

16 March 2022


IPDN, ipdn, IPDN Kemendagri Kembali Menggelar Kegiatan Seminar Berskala Internasional

Jatinangor (16/03/2022) H-1 menuju peringatan dies natalis IPDN ke-66, IPDN Kemendgari melalui Fakultas Manajemen Pemerintahan melaksanakan Seminar Internasional dengan tema “Bureaucratic Reform Towards Dynamic Governance”. Seminar nasional yang dilaksanakan secara daring ini menghadirkan narasumber dari LeeKwang Yew School of Public Policy yakni Prof. Neo Boon Siong dan perwakilan dari Kemenpan-RB Prof Erwan Agus Purwanto. Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan Dr. Halilul Khairi, M.Si yang hadir membuka seminar internasional ini mengatakan bahwa seminar yang diperuntukan bagi civitas academica IPDN khususnya dosen dan praja IPDN ini merupakan seminar berharga yang dapat memberikan asupan pengetahuan baru terkait perkembangan pemerintahan yang dinamis. “Semoga para peserta yang mengikuti seminar ini dapat menikmati diskusi yang hangat terkait pemerintahan di era VUCA, nanti juga kita bisa melakukan perbandingan antara kondisi pemerintahan Indonesia saat ini dengan kondisi pemerintahan dunia”, ujar Halilul.

Prof. Neo Boon Siong Former Dean and CANON Chair Professor NTU memaparkan tentang point-point penting dalam kepemimpinan yang dinamis di era Vuca ini, “ Dynamic leadership requires 5 points : alertness, agility, energy, innovation dan initiative. Alertness depends on seeing, sensing and responding, agility is capacity to act fast. Energy we have with enthusiasm, spirit and conviction. Another point of dynamic leadership are innovation is about creating new possibilities and initiative without being told to do so”, ujar Prof Neo. Selain Prof Neo, Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan-RB, Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto hadir secara daring menyampaikan materi terkait Reformasi Birokrasi yang ada di Indonesia, khususnya dalam usaha mempersiapkan pemerintahan yang dinamis menghadapi era VUCA. “Ada beberapa skill (kompetensi) yang dapat mendukung pendewasaan pemerintahan digital, diantaranya digital government leadership skill, digital government socio-emotional skills, digital government user skill dan 21ST century skill in society”, tutur prof. Erwan. Masih menurut Halilul, kegiatan seminar berskala internasional ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan dies natalis IPDN khususnya dalam bidang pendidikan, “Ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam bidang pendidikan. Semoga nanti kedepannya akan lebih banyak lagi seminar-seminar berskala internasional yang dapat kita laksanakan”, ujarnya.

  • Sumber Berita:

    Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas

    Laode Muhamad Alam Jaya, S.STP., M.Si

  • By:

    Super Admin